Senin, 12 Desember 2011

Pulau Sampah di Maladewa






alt
Perahu pembawa sampah ke Pulau Thilafushi harus menunggu lama untuk membongkar muatan.
Pulau Thilafushi adalah pulau buatan yang terletak sekitar 7 kilometer dari ibukota Maladewa, Male, dan dikenal dengan julukan Rubbish Island atau Pulau Sampah.
Dibangun dari terumbu karang 20 tahun lalu, pulau tersebut kini penuh dengan sampah dan bahkan tidak bisa lagi menampung sampah yang ada sehingga sebagian sampah meluap ke laguna di sekeliling pulau.
Perahu-perahu yang mengangkut sampah ke Pulau Thilafushi baru-baru ini membuang sampah di laguna karena banyak dari pekerja tidak sabar harus menunggu berjam-jam untuk membongkar muatan di darat.
Kepala Badan Perlindungan Lingkungan Maladewa, Ibrahim Naeem, mengatakan kendala teknis menyebabkan keterlambatan bongkar sampah dari truk di darat.
Dia menekankan bahwa Thilafushi belum penuh seluruhnya. Pihak berwenang, lanjut Naeem, juga sedang memperbaiki sistem pembuangan sampah dan melarang pembakaran sampah di tempat terbuka.
Kondisi Pulau Thilafushi berbeda sekali dengan kawasan wisata Maladewa.
Naeem mengatakan perahu pembawa sampah dari pulau-pulau di sekitar untuk sementara dilarang sampai pembersihan laguna rampung. Para petugas mulai membersihkan "bukit-bukit sampah" yang sebagian besar berasal dari hotel-hotel mewah.
Sampah dari seluruh penjuru Maladewa diangkut ke pulau tersebut untuk kemudian dibakar, dipendam, atau didaur ulang khusus untuk plastik dan logam.
Kondisi Pulau Thilafushi jelas jauh berbeda dengan kawasan-kawasan wisata pantai yang berpasir putih dan berlaut biru. Sejumlah orang yang pernah ke sana mengatakan gunungan sampah terlihat di mana-mana dan kabut campur asap terus-menerus terlihat.
Seorang aktivis lingkungan Maladewa, Ahmed Ikram, mengecam langkah pemerintah menangani masalah sampah di Thilafushi.
Ikram mengatakan pemerintah telah bertahun-tahun berjanji untuk membangun fasilitas bahan bakar bio di pulau namun sejauh ini belum terwujud.

Tidak ada komentar: